Sabtu (4/4) di Globe-ITC, Enschede, PPIE menyelenggarakan diskusi ilmiah antara mahasiswa dan masyarakat Indonesia di sekitar Enschede dengan beberapa pengurus partai politik yang ada di Belanda sebagai wujud kepedulian mahasiswa Indonesia di Enschede terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia 2009.
Acara bertajuk “Peran Partai Politik di Luar Negeri dalam Membangun Indonesia Baru : Harapan dan Tantangan” ini bertujuan memfasilitasi dialog antara warga negara Indonesia dengan perwakilan partai politik yang ada di Belanda yang berkaitan agenda strategis partai politik dalam Pemilu 2009. Dialog ini diharapkan dapat membangun kesadaran kritis mahasiswa Indonesia terkait kebijakan masa depan Indonesia.

Yang hadir dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah Deden Permana (Ketua Perwakilan Kader PKS di Belanda), Arie Susmaryono (Sekretaris Pengurus Partai Demokrat di Belanda), dan Daniel S. Pangruruk (Penasihat Partai Demokrat di Belanda). Selain itu pada diskusi tersebut juga dihadirkan narasumber Hayyanul Haq (Peneliti dari Fakultas Hukum, Universitas Utrecht).
Inti Acara
Diskusi itu membahas harapan dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini, khususnya masalahan sosial politik dan sosial budaya yang kian lama kian rumit dan tak kunjung teratasi. Tidak dipungkiri lagi sejak reformasi bergulir 1998 di Indonesia, masih sangat banyak agenda reformasi bangsa yang belum terselesaikan, misalnya pemberantasan korupsi yang masih harus diupayakan secara sungguh-sungguh dan konsisten, belum terealisasinya reformasi sistem hukum secara menyeluruh, ketidakjelasan desentralisasi pengelolaan penyelenggaraan pemerintahan dan negara. Tingginya kasus-kasus korupsi di berbagai daerah di Indonesia mengindikasikan belum optimalnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara dan lemahnya penegakan hukum. Hal ini tidak terlepas dari belum terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, dan tentunya rendahnya kesadaran dan budaya malu untuk melakukan korupsi. Hal ini berdampak pada masih jauhnya upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan dan pemerataan kesejahteraan sosial.
Di samping para pembicara dari partai politik menyampaikan janji-janji politik dan mengkomunikasikan pesan-pesan strategis dari partainya, pada kesempatan ini para peserta mempertanyakan kesungguhan dalam merealisasikan agenda politik tersebut, dan lebih jauh mengharapkan adanya konsistensi dalam memegang amanah dari masyarakat. Menanggapi dialog antara pengurus partai politik dengan para mahasiswa, narasumber lainnya mengkritisi lebih jauh permasalahan aktual bangsa Indonesia dewasa ini. Disampaikan pula gagasan pembangunan kemasyarakatan dan kebangsaan Indonesia masa depan yang tentunya dalam tataran praksis memerlukan penerjemahan yang lebih konkret dan terukur oleh penyelenggara pemerintahan dan negara, termasuk dalam hal ini adalah partai politik yang berperan nyata dalam menyusun arah kebijakan pembangunan bangsa. Melalui Pemilu, masyarakat dan banyak kalangan berharap agar para wakil rakyat, presiden, dan wakil presiden yang terpilih dapat mengemban amanah rakyat membawa perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.

Meski waktu yang tersedia sangat terbatas, sehingga masih banyak keraguan dan pertanyaan yang memerlukan klarifikasi lebih lanjut, setidaknya melalui diskusi ini masih ada harapan yang dapat dibangun melalui kesempatan Pemilu 2009 kali ini. Para pembicara, narasumber dan hadirin tentunya berharap agar Indonesia dapat segera pulih dari krisis yang telah demikian lama dialami, dan kembali membangun menjadi bangsa yang kuat dan terhormat.
Peduli Situ Gintung
Di akhir acara, PPIE menyelenggarakan kotak amal untuk memberikan sumbangan bagi korban Situ Gintung yang belum lama ini mengalami bencana. Tidak hanya mengundang teman teman serta warga Enschede, acara PPIE kali ini juga didatangi beberapa WNI yang tinggal di Groningen, Utrecht, Rotterdam.

perusahaan interior gua aja peduli…